Bukan Cinta
Monyet
Namanya Elsia, orang sering memanggilnya dengan sebutan Sia. Dia akan
menginjak pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (jika lulus), atau dengan kata
lain dia telah menjalankan Ujian Nasional tahun ini dan tinggal menunngu hasil
kelulusannya. Dua bulan dia menunggu pengumuman hasil UN. Disuatu ketika,
disaat dia merasa jenuh dan kesepian dirumah karena lamanya waktu libur setelah
UN, dia disibukkan dengan internetan mencari informasi pendaftaran peserta
didik tahun ajaran baru di SMA, selain internet dia sering sibuk dengan hpnya.
Suatu saat hpnya berbunyi.
“Krriiiinggg...krrriiiing....”
Satu pesan masuk tak ada nama kontak dihpnya.
“hey sia....apa kabar?” Isi sms itu.
Dia mengira itu hanya orang iseng yang tak dikenalnya, dia tak
menanggapi sms itu. Namun beberapa jam kemudian, ada pesan yang sama seperti
tadi. Lalu ia membalas sms itu.
“Alhamdullillah baik, maaf ini siapa?” Balasnya.
“Aku Kevin, teman les yang dulu sering mengejekmu. Namun itu hanya ejekan guyon. Aku
dapat nomer hp mu dari temanmu..” Balas Kevin selang beberapa menit.
“Ohh..kamu vin, tumben sms. Eh..gimana ni, kamu udah siap nerima
hasil UN nya? Kan besok udah pengumuman.” Tanya Sia di sms itu.
“Siap gak siap harus siaplah. Percaya aja deh.. Tuhan pasti memberi
yang terbaik buat nasib kita, iya kan??” Lanjut Kevin.
“wuuiisss...iyaalah. Kevin, udah dulu ya sms nya, aku mau cari
kesibukan lain nih..capek sms mulu hehe, maaf ya..bukan maksudku memutus sms
kita hehee..” Balasan Sia.
“Iya silakan Sia.. gak apa-apa, Aku yang minta maaf karena telah
menggangu kesibukanmu.” Balas Kevin yang merasa bersalah.
Sia menginginkan SMA yang
elit diJogja. Namun Tuhan berkata lain, dia mendapat hasil UN yang bagus tetapi
belum memuaskan baginya, yaitu dengan NEM 36,05. Setelah Sia menerima nilai
hasil UN, hp nya berbunyi tanda pesan masuk. Sia segera membuka hp untuk
membaca pesan masuk, ternyata pesan masuk itu dari Kevin.
“Sia, udah nrima nilai hasil UN? Berapa NEM kamu?” Tanya Kevin
penasaran disms.
“NEM ku 36,05 . Kalau kamu?” Sia tanya balik.
“Aku... emm...aku 35,50 . Selamat ya..nilai NEM kamu lebih tinggi
dari aku.” Balas Kevin.
“Iyaa..makasih Kevin. Kevin, aku masih bingung nii...mau daftar di
SMA mana...NEM ku gak mencukupi buat masuk diSMA yang aku inginkan dulu..”
Lanjut Sia di sms.
“Tuhan telah memberi kita jalan yang terbaik Sia, jadi jangan putus
asa, Tuhan telah memberimu jalan lain dari keinginanmu, dan itu pasti jalan
terbaik. Masih banyak SMA yang mencukupi kategori nilai mu, ada juga SMA yang
harus menguji kemampuan masing-masing, dari seleksi itu kamu juga bisa menguji
kemampuan dirimu sendiri Sia..” Nasihat Kevin.
“Makasih banget buat semua nasihatmu Kevin, aku jadi menyadari
bahwa Tuhan telah memberiku jalan terbaik walaupun sempat membuatku bimbang.”
Balas Sia.
“Iyaa..sama-sama Sia. Tuhan yang mengatur semua nasib kita, jika
kamu memiliki keinginan untuk masa depan, sertai selalu doamu dalam setiap
ibadahmu.” Lanjut balasan Kevin.
“Semua kata-katamu itu benar, masa lalu tak ada yang harus
disesali, dengan sekarang kita memiliki arah dan tujuan untuk masa depan.
Kevin, udah dulu ya smsnya , aku mau cari info tentang pendaftaran peserta
didik tahun ajaran baru diSMA.” Sia mengakhiri smsnya pada saat itu.
“okedehh..” Jawab Kevin dibalasan sms.
Lalu Sia mencari SMA yang
nilainya masuk dikategori sekolah tersebut, dengan mengikuti berbagai seleksi.
Selang waktu berputar dan saat yang ditunggu-tunggu hasil seleksi untuk masuk
ke SMA yang dia pilih akan diumumkan, ternyata dipapan pengumuman teacantum
namanya dan dinyatakan lulus seleksi, dia senang karena diterima di SMA
tersebut, dia berfikir ternyata Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuknya.
Dengan menjalani segala persyaratan untuk masuk diSMA itu, dan dia juga sudah
berhasil menjalani segala Masa Orientasi Siswa.
Pada saat itu, Elsia yang sering disapa temannya dengan panggilan
Sia semakin dekat dengan teman smsnya tak lupa adalah Kevin. Dengan sekolah
yang berbeda, dan segala aktivitas apapun tak heran jika Sia selalu membawa hp
dengan keceriaan untuk berkomunikasi dengan Kevin disms.
Suatu ketika tak sengaja Elsia bertemu Kevin di toko buku, ketika
Elsia ingin membeli novel di toko buku itu, tak jauh dari seberang jalan dekat
rumah Kevin. Mereka berbincang-bincang dengan canda tawa yang tersirat pada raut
wajah ceria Elsia.
“Hey Sia...kebetulan sekali, kita bisa ketemu gak sengaja gini...” Sapa Kevin kepada Sia.
“Eh.. Kevin, iyaa ni..kebetulan ni kita..” Jawab Sia.
“Cari buku apa kau Sia??” Tanya Kevin penasaran.
“Aku cari novel nih..” Jawab Sia sambil tersenyum memandang
novel-novel didepannya.
“Boleh aku bantu cari novel yang kamu maksud? emm..sekaligus
menemanimu? Haha..” Tawaran Kevin berbaik hati kepada Sia.
“Beneran ni gak apa-apa? Entar aku gak ngerepotin kamu?” Tanya Sia.
“Enggak kok Sia, mumpung aku lagi baik hati nih..hhahaha..” Jawab
Kevin menatap Sia.
“ohh...iyyaa kalau gitu boleh banget vin..” Sambung Sia kepada
Kevin dengan menatap mata Kevin yang penuh kilauan indah dimata Kevin yang juga menatap Sia.
Hari semakin
panas, Sia tak kuat dengan panasnya sinar matahari di siang itu. Lalu Kevin
meminjaminya jaket. Udara juga mengundang nafsu dahaga yang membuat mereka haus
sekaligus lapar, saat itu juga suara adzan
waktu ibadah solat dzuhur berkumandang. Mereka berdua mencari rumah
makan sekaligus musholah. Awalnya mereka ke musholah dulu untuk solat dzuhur,
setelah selesai solat mereka langsung bergegas menuju rumah makan. Sesampai di
rumah makan dan memesan makanan. Sambil menunggu pesanannya datang, mereka
berbincang-bincang mumpung lagi ketemu langsung.
“Sia, kalau
boleh tau makanan favoritmu apa sihh..? hehe.. aku kepo yaaa..maaf..” Tanya
Kevin yang sambil bercanda.
“emm...kalau
makanan... emm... semua makanan yang enak aku pasti suka haha..iyalah! Aku
lebih suka makanan yang berkuah, seperti soto dan bakso. Humm...nyammiii..
hehe” Jawab Elsia yang menanggapi dengan bercanda juga.
“Wuuiisss.....sama
dong kalau suka makanan yang berkuah.” Sambung Kevin.
“Alahhh...yang
bener?? Kamu ma bohong. Ikut-ikutan...”
Tanggapan Elsia yang menganggap Kevin bohong dengan bercanda.
“Aku gak
bohong Sia, beneran dehh...aku lebih suka makanan yang berkuah. Kita beneran
sama ini seleranya.” Jawab Kevin jujur.
Matahari semakin berjalan ke
barat, segera mereka pulang ke rumah masing-masing, sebelum pulang mereka berpamitan dan mengucap salam.
“Kevin, Aku pulang dulu ya... ini udah sore. Makasih udah nemenin
cari novel dan makan siang.. maaf kalau aku ngerepotin hehe..” Kata Elsia yang
ingin berpamitan.
“Iyaaa Sia silakan, sama-sama...santai aja, enggak ngerepotin
kok!hehe.. Hati-hati dijalan ya Sia, kalau ada belokan, belok ya..jangan lurus
hahaha..” Jawab Kevin sambil bercanda kepada Elsia.
Setelah sampai
dirumah masing-masing, Kevin dan Elsia merasakan perasaan yang sama, entah itu
perasaan apa yang membuat mereka bahagia dan deg-degan.
“Ini pertanda
apa ya Tuhan?? Kenapa perasaanku bahagia tapi deg-degan?” Ucap Kevin didalam
hati dengan muka polos dan senyum-senyum sendiri seperti orang sedang jatuh
cinta.
Sebenarnya Kevin sudah lama memendam rasa itu, tak lain adalah rasa
cinta. Dari pertama Kevin bertemu dan mengenal Elsia, Kevin merasa perasaan
yang tak biasa dialaminya. Dengan perantara sms itu, Kevin dan Elsia semakin
didekatkan walaupun tak sering bertemu. Hp Sia tiba-tiba berbunyi tanda pesan
masuk. Segeralah Sia membukanya, ternyata Kevin yang smsnya lagi.
“Sia aku mau jujur. Aku sudah lama memendam perasaan ini, perasaan
ini asing bagiku namun tak asing kata ini, tak lain mungkin rasa cinta. Dari
awal kita bertemu aku sudah merasakan getaran dihati ketika melihatmu.” Isi
pesan dari Kevin.
“Aku bimbang Kevin, mungkin aku hanya bisa mengucapkan makasih
dengan rasa cinta darimu itu. Mungkin sebenarnya yang kamu maksud itu rasa
cinta atau sayang sebagai teman dan sahabat, tak lebih dari itu.” Jawaban Elsia
yang tegang memegang hp karena bimbang.
“Bukan Sia... ini beda dari segalanya. Aku awalnya bingung untuk
mengungkapkan perasaan ini, tapi aku lama-lama memahami dan mengerti perasaan
ini apa.” Balasan Kevin menegaskan.
“Tapi aku ingin saat ini kita berteman aja, kalau lebih ya cukup
sahabat vin...” Isi pesan balasan dari Elsia.
“Aku pahami itu Sia, tak apa jika saat ini kita hanya berteman
sebatas sahabat... Aku tau jika kamu masih ragu, tapi aku hanya ingin
mengungkapkan apa yang ada dalam benakku selama ini Sia. Jadi ku mohon,
walaupun kita belum ada hubungan yang spesial tapi jangan putus pertemanan kita
yang sudah semakin dekat ini ya! Aku nyaman berteman sama kamu..” Balasan
Kevin.
Sudah lima bulan tak terasa mereka semakin dekat dan berteman lewat
sms, namun keduanya tetap belum ada hubungan yang spesial. Mereka hanya seperti
sahabat yang jauh karena jarak yang menghalangi. Walaupun mereka tak pernah
bertemu lagi, namun mereka merasa setiap hari bertemu karena saking dekatnya
mereka di sms yang setiap saat ada. Suatu ketika Kevin ingin mengungkapkan
perasaan itu kepada Elsia, segera iya jujur tentang perasaannya yang sudah lama
terpendam.
Sewaktu Kevin mengungkapkan
perasaan itu, Elsia hanya beranggapan itu hanya cinta monyet. Elsia sudah
merasa nyaman jika diantara mereka hanya berteman atau tak lebih dari
persahabatan. Kevin berkata lain, dia menganggap perasaannya serius, dia pun
berjanji suatu saat akan membuktikan keseriusannya kepada Elsia.
Dari perbedaan anggapan tersebut, tak menjauhkan hubungan pertemanan antara
mereka. Kevin tak merasa kalau cintanya bertepuk sebelah tangan, karena Kevin
tau sorot mata Elsia kepadanya. Sebenarnya Elsia juga memendam perasaan yang
sama kepada Kevin, namun Elsia hanya beranggapan itu perasaan yang biasa dia
alami kepada teman lelaki yang lagi dekat dengannya. Elsia beranggapan dan
mengucap seperti itu karena ia belum siap untuk jujur tentang perasaan itu.
Perbedaan anggapan tersebut malah membuat mereka semakin dekat. Walaupun mereka
dekat hanya sebatas sahabat, namun seperti orang yang mempunyai hubungan lebih
dari sahabat diantaranya.
“Sia, aku gak yakin kalau kamu gak punya perasaan yang sama
sepertiku. Dari sorot matamu aku tau yang ada dibenakmu. Mungkin saat ini kamu
belum siap mengungkapkannya, namun aku yakin suatu saat kamu akan jujur untuk mengungkapkannya.”
Sms Kevin kepada Elsia. Namun Elsia bingung harus membalas apa sms itu, dan
akhirnya ia memutuskan untuk tidak membalas sms itu saat ini.
“Kamu ingat baik-baik
kataku, Aku akan slalu ada buat kamu disaat kamu membutuhkanku atau tidak membutuhkanku.
Aku yakin perasaan yang tak lain adalah rasa cinta ini bukan cinta monyet.. Aku
sayang sama kamu bukan karena nafsu, tapi karena Allah.” Sms Kevin beberapa jam
kemudian, tanpa ada balasan dari Elsia.
Hari
berikutnya Elsia membalas sms itu dengan apa yang ia pendam selama ini, dengan
perasaan gemetar ia mengambil hp dan mengetik disms.
“Kevin, aku sadar keseriusanmu itu. Aku ingin jujur, sebenarnya aku
punya rasa yang sama sepertimu, namun aku takut rasa itu hanya perasaan cinta
monyet. Tapi sekarang kamu sudah menyadarkanku, aku sudah yakin dan semoga
perasaan ini bukan cinta monyet.” Balasan Sia tentang sms Kevin yang kemarin.
“Aku ingin mengenalmu lebih dekat dari sahabat.” Kata Kevin
beberapa menit kemudian disms itu.
“Tapi aku masih sangat ingin serius pada sekolah, aku takut jika
pacaran mengganggu sekolahku dan masa depanku nanti... Jika nanti ada masalah
atau apalah yang membuat kekacauan hati, gimana coba? Aku gak mau galau. . . ”
Jawab Sia di sms yang masih ragu.
“Nahh..aku tau itu, kita masih sama-sama anak pelajar. Aku pun juga
mikir gitu sebelumnya. Namun kita membuat kesepakatan aja, sekolah nomer satu
dari pada pacar. Kita bisa menjalaninya dengan kita pengertian dengan pasangan
kita. Jika ada masalaah, kita selesaikan bersama, jangan emosi dulu sebelum ada
penjelasan, walaupun emosi itu bisa refleks tapi usahakan sabar dulu.” Sahut
Kevin disms.
“Kamu yakin hubungan kita bisa seperti yang kamu katakan itu?”
Tanya Elsia yang masih kelihatan ragu.
“Aku yakin banget, hubungan
kita bakal baik-baik aja. Kenapa kamu masih ragu Sia? Apa yang membuat
kamu masih ragu?” Jawab Kevin dan bertanya penasaran tentang keraguan Elsia.
“Yaaa emm...aku masih ragu aja, gak tau kenapa masih ragu, aku ragu
karena belum yakin apakah hubungan kita
bakal baik-baik aja.” Sahut Elsia disms
yang masih terus memegang hp untuk sms.
“Aku kasih waktu kamu buat
ngeyakinin hatimu, aku kasih waktu kamu sampai kapan pun walaupun itu
lama Sia... Aku akan tunggu jawaban dari kamu. Udah adzan tu..waktunya solat,
mending kita solat dulu, kamu berdoalah biar diberi petunjuk Tuhan yang terbaik
buat kamu dan tentang kita.” Jawaban Kevin yang meyakinkan.
“Yaa udah kita coba dan terapkan pada hubungan kita selanjutnya,
kalau sekolah nomer satu dari pacar, saling pengertian dan seperti semua
kata-katamu itu.” Jawab Sia lagi disms, setelah beberapa jam kemudian dan Kevin
yang tetap menunggu.
Hari berganti
hari dan bulan berganti bulan, hubungan mereka semakin dekat dan membaik.
Mereka berdua semakin yakin dengan hubungan yang telah mereka jalin. Hingga
sampai saat ini hubungan mereka langgeng
walaupun kadang ada masalah kecil, namun mereka bisa menyelesaikannya
bersama. Bahagia dalam kebersamaan dan akan
terus bersamalah mereka berdua.